Listening

Dibuat pada Minggu, 27 Januari 2013 Ditulis oleh Endah Lastiyany

Listening atau mendengarkan adalah pekerjaan yang kita lakukan setiap hari. Mendengarkan istri/suami bercerita tentang kegiatannya selama seharian, mendengarkan anak yang bercerita tentang kegiatannya di sekolah, ataupun mendengarkan lagu populer saat ini.


Listening atau mendengarkan memang menggunakan salah satu panca indera kita, yaitu telinga.
Tapi, apakah cukup dengan telinga?perlukah keterampilan dalam mendengarkan?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita telaah dulu mitos-mitos tentang listening...

 

  • Listening sama dengan hearing
  • Listening adalah suatu proses alami
  • Semua yang mendengarkan akan mendapat pesan yang sama

Yuk kita bahas dulu dari mitos yang pertama...

Tidak sama listening dengan hearing...,mengapa? karena hearing adalah suatu proses fisik yang berkaitan dengan berfungsinya alat pendengaran untuk menangkap suatu informasi. Sedangkan listening bukan semata-mata proses fisik tapi juga psikis, yang tidak berlangsung secara otomatis tapi melibatkan perhatian, kesengajaan, dan perasaan dala menerima informasi.

Kali ini menanggapi mitos ke dua...

Benarkah listening adalah suatu proses alami? anggapan ini salah karena untuk memperoleh keterampilan mendengarkan dengan baik seseorang perlu berlatih.

Yuk, ke mitos ke tiga...

Apakah benar semua pendengar dapat menangkap pesan yang sama? anggapan ini keliru, karena hasil suatu proses mendengarkan sangat tergantung dari faktor psikologis, peranan sosial, latar belakang budaya, minat, dan kebutuhan.

Lebih jauh lagi yuk kita bahas komponen-komponen dalam listening...

Menurut Larry Barker (1971), ada 4 komponen dalam proses mendengarkan yaitu :

  1. Hearing, hal ini berkaitan dengan proses fisik alat pendengar untuk menangkap suatu pesan, karena itu tergantung pada kualitas alat pendengar dan banyak tidaknya gangguan ketika mendengarkan.
  2. Attending, adalah proses psikis sebagai kelanjutan dari proses mendengar. Keberhasilan proses ini tergantung dari kebutuhan individu, keinginan, harapan, dan minat dari si pendengar.
  3. Understanding, hal ini berkaitan dengan upaca untuk mengorganisasikan, menginterpretasikan, dan memahami makna suatu peran.
  4. Remembering, berkaitan dengan upaya me-recall suatu informasi yang telah dipahami.

Mengapa kita tidak efektif dalam mendengarkan?

Kemungkinan penyebabnya adalah :

  1. kerusakan alat pendengaran
  2. banyaknya masukan
  3. adanya kepentingan pribadi
  4. kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya, diantaranya pseudolistening, yakni kebiasaan seolah-olah mendengarkan padahal tidak, memilih hal-hal yang ingin didengar, menambah sendiri hal-hal yang tidak diingatnya, tidak peka dalam menangkap pesan, mendengarkan dengan teliti tetapi untuk menyerangnya.

Bagaimana cara kita agar dapat mendengarkan dengan efektif?

  • berhenti bicara pada saat orang lain berbicara
  • berikan kemudahan pada pembicara, baik melalui isyarat verbal maupun non verbal, agar ia bebas berbicara
  • berikan reaksi secara tepat baik melalui verbal maupun non verbal terhadap ungkapan pembicara
  • pusatkan perhatian terhadap apa yang dikatakan
  • hindari gangguan yang akan merusak komunikasi
  • hindari prasangka buruk
  • dengarkan pokok-pokok pembicaraan
  • ajukan pertanyaan-pertanyaan

So, semoga apa yang saya tulis ini berguna untuk memperbaiki komunikasi kita dengan istri/suami, anak, mertua, menantu, anak buah, saudara..dlsb...

Intinya, semoga bermanfaat

SDN Padurenan VI - Powered by Joomla