Menyiasati Sukses UN 2013

Created on Thursday, 31 January 2013 Written by H. Supyanto, M.Pd

Sebentar lagi peserta didik yang duduk di kelas enam akan melaksanakan Ujian Nasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan UN. UN adalah ujian nasional yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan pelaksanaan ujian sekolah/madrasah. Untuk mengikuti UN, peserta didik harus memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan formal mulai semester I (satu) tahun pertama hingga semester I (satu) tahun terakhir.

 

UN bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA); dan mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan dasar yang bermutu. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: (1) pemetaan mutu satuan pendidikan;(2) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; (3) penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan; dan (4) dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

Soal UN dirakit berdasarkan kisi-kisi soal UN Tahun Pelajaran 2012/2013, yang telah ditetapkan pemerintah melalui keputusan Kepala BSNP Nomor : 19 tahun 2012. Kisi-kisi soal UN disusun berdasarkan SKL UN yang merupakan irisan (interseksi) dari pokok bahasan/subpokok bahasan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004, serta Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Setiap paket soal UN terdiri atas 25% soal yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasinal Pendidikan (BSNP) yang berlaku secara nasional, dan 75% soal yang ditetapkan oleh penyelenggara UN tingkat provinsi berdasarkan kisi-kisi soal UN Tahun Pelajaran 2012/2013.

Lalu, strategi apa yang harus dilakukan peserta didik untuk menghadapi pelaksanaan UN? Kata ujian, bagi sebagian besar peserta didik merupakan hal yang menakutkan. Jangankan untuk melaksanakan, baru mendengar kata ujian saja kadang membuat mereka stress bahkan tidak jarang mereka jatuh sakit. Untuk itu perlu persiapan dalam menghadapi kegiatan tersebut:

1. Berpikir positif (positive thinking)

Berpikir positif merupakan modal utama dalam menghadapi ujian, dengan berpikir positif semua potensi yang ada pada diri akan berfungsi optimal. Pepatah mengatakan segala sesuatu yang terjadi akan terwujud tergantung pada persepsi awal terhadap masalah tersebut.

2. Pupuk semangat optimis

Jiwa optimis merupakan hal yang penting dalam menghadapi ujian, karena itu yakinkan dalam diri bahwa soal-soal yang diujikan akan mampu dijawab dan dikerjakan dengan baik. Dengan berjiwa optimis akan muncul percaya diri yang tinggi. Percaya diri itulah yang menjadi energi yang sangat besar untuk kesuksesan ujian. Pahamilah bahwa soal-soal yang diujikan pasti akan dapat dijawab, karena soal tersebut merupakan materi yang telah dipelajari sebelumnya.

3. Bangkitkan motivasi belajar

Motivasi belajar dapat kita bagi menjadi dua jenis yaitu, motivasi instrinsik dan ekstrinsik. Motivasi instrinsik adalah motivasi yang datang dari dalam diri, misalnya menginginkan ujian dengan nilai baik, mempunyai rasa tanggung yang besar bahwa belajar adalah sebuah kewajiban dll. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri individu misalnya ujian ingin baik karena kalau hasilnya jelek, malu oleh teman-teman, takut dimarahi oleh orang tua dll. Terlepas dari mana motivasi itu berasal, yang terpenting sebagai peserta didik harus mempunyai dorongan dan keinginan untuk sukses dalam ujian.

4.Bermental juara

Jadilah peserta didik yang bermental juara, artinya selalu berupaya menjadi yang terbaik dan sebagai pemenang. Belum puas apabila belum berupaya dan berusaha secara maksimal. Masalahnya kegagalan dan kekalahan ini semua disebabkan oleh kelengahan dan kelalaian sebagai peserta didik. Karena itu berusahalah menjadi yang terbaik. Tidak cepat puas dengan apa yang telah diraih hari ini, terus berupaya menjadi pemenangnya.

5.Pelajari karakter soal-soal UN

Mempelajari karakteristik soal-soal UN merupakan hal yang sangat urgen, karena dengan mengetahui karakteristik soal-soal ujian akan memudahkan peserta didik untuk menyelesaikan soal-soal tersebut. Soal-soal UN dibuat berdasar indikator-indikator soal yang telah ditentukan oleh pihak yang terkait dengan pelaksanaan ujian, dalam hal ini Mendiknas. Peserta didik dapat mempelajari indikator tersebut, sehingga karakteristik soal-soal yang muncul dalam ujian pernah ia kenal.

6. Banyak berlatih mengerjakan soal

Berlatih mengerjakan soal-soal yang intensif adalah modal utama dalam menghadapi UN. Sebagaimana peribahasa mengatakan” tak kenal maka tak sayang”. Begitu juga dengan soal yang akan diujikan harus sering gauli, pelajari dan berlatih menyelesaikannya. Dengan berlatih insya allah soal-soal yang muncul dalam UN, peserta didik pernah menyelesaikannya dalam latihan sehari-hari.

7. Cari pendamping belajar yang kompeten

Untuk peserta didik, apalagi peserta didik Sekolah Dasar masih diperlukan pendamping dalam belajar, apakah itu orang tua, guru privat atau lembaga kursus, hal ini membantu dalam mengarahkan peserta didik belajar. Dengan bimbingan belajar, peserta didik belajar akan terarah dan terfokus pada tujuan utama dari belajar tersebut.

8. Buat jadual belajar secara teratur dan konsisten

Jadual belajar ikut berpengaruh dalam menentukan keberhasilan belajar. Banyak peserta didik yang menggunakan Sistem Kebut Semalam (SKS). Artinya kalau besok mau ujian baru belajar. Jadual juga sebaiknya disusun berdasarkan pertimbangan psikologis peserta didik, yaitu dengan menerapkan waktu yang relatif sebentar tetapi sering pelaksanaanya, bukan sebaliknya. Saya katakan lebih baik 5 x 1 daripada 1 x 5. Artinya lebih baik 5 kali waktu belajar di mana setiap kali belajar selama 1 jam, dibanding dengan 1 kali belajar selama 5 jam.

9. Berikan perhatian lebih dari orang tua

Kalau selama ini kita sebagai orang tua selalu disibukkan dengan rutinitasnya, Alangkah bijak apabila orang tua memperhatikan putra-putrinya dibanding semasa kelas I s.d kelas V. Buat komitmen dengan putra-putrinya sehingga peserta didik termotivasi dan bersemangat untuk belajar. Apakah itu dengan menanyakana cita-cita melanjutkan sekolah setelah lulus sekolah dasar, atau juga apabila lulus dengan memuaskan akan diberikan hadiah apa dan lain-lain. Orang tua dalam hal ini harus memperhatikan (memanjakan) mereka supaya putra-putrinya dapat belajar lebih maksimal.

Hal lain, yang harus diperhatikan pada detik-detik pelaksanaan UN adalah bersikaplah tenang dan rileks. Besikap tenang dan rileks akan membantu dalam persiapan menghadapi ujian. Orang tua juga harus bijaksana, manakala putra-putrinya akan melaksanakan ujian sebaiknya peserta didik tersebut dibuat tenang dan rilek, artinya jangan memberikan beban apapun terdapap peserta didik apalagi dengan ancaman. Misalnya awas kalau tidak lulus tidak akan diberi uang jajan, dll. Hal tersebut sebaiknya dihindari karena akan menggangu konsentrasi peserta didik dan menjadi beban dalam mengerjakan soal.

Menjaga kesehatan dan makan makanan yang baik juga berpengaruh terhadap keberhasilan dalam ujian, karena itu dalam pelaksanaan ujian usahakan peserta didik dalam kondisi prima siap ujian, makan makanan yang bergizi dan sehat. sewaktu ujian sebaiknya tidak makan makanan yang terlalu pedas, atau yang dapat menyebabkan sakit perut, tidak makan berlebihan tetapi secukupnya.

Persiapkan alat-alat yang dibutuhkan, persiapan alat-alat juga dapat membantu percaya diri peserta didik, menghemat waktu dan juga akan lebih konsentrasi karena semua pelalatan ujian telah tersedia. Datanglah ke tempat UN lima belas menit sebelum ujian dimulai, Waktu ujian adalah hal yang sangat penting, karena keterlambatan dalam ujian berakibat fatal. Boleh jadi tidak dapat mengikuti ujian atau juga meskipun dapat mengikuti ujian biasanya waktu ujian tidak ditambah tetapi sama dengan peserta lainnya.

Pada saat UN berlangsung, hal yang harus dilakukan adalah berdo’alah sebelum mengerjakan soal. Yakinkan bahwa semua manusia hanya dapat berusaha, tetapi yang menentukan setelah kita berusaha adalah Yang Maha Kuasa. Karena itu setelah kita berusaha hasil akhir diserahkan kepada-Nya.

  • Tulislah nama dan nomor pada tempat yang disediakan, jangan lupa menulis identitas yang diperlukan, karena kalau lupa dianggap tidak mengikuti ujian atau diberi nilai nol.
  • Periksa semua halaman soal dengan teliti, pastikan bahwa jumlah halaman dan nomor soal tidak ada yang terlewat.
  • Sesuaikan lembar soal dengan petunjuk yang ada pada halaman depan, karena kalau ada lembar soal yang tidak terjawab, hal ini akan merugikan peserta didik sebagai peserta ujian. Baca dengan cermat, pilih yang mudah dahulu.

 

Kecermatan dalam memilih soal juga akan berpengaruh pada hasil ujian kita, terutama dengan penggunaan waktu.

  • Pilih soal yang mudah dahulu baru kerjakan yang lain, kalau ada soal yang sulit dilewat dahulu, tapi harus diberi tanda.
  • Terapkan metode cepat, cerdas dan tepat, analisis terhadap soal secara cermat, pahami pokok soal dan analisis optionnya, baru pikirkan alternatif jawaban yang tepat.
  • Pindahkan jawaban ke lembar jawaban secara bertahap, hati-hati dalam memindahkan jawaban kepada lembar jawaban, kalau tidak teliti sudah susah payah mengerjakan dan menjawab soal, ternyata memindahkan pada lembar jawabannya salah.

 

Apabila waktu masih ada gunakan untuk memeriksa kembali jawaban yang sudah ditulis. Manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dengan cara membaca soal kembali dan mencocokkan dengan jawabannya. Kalau terjadi kekeliruan secepatnya perbaiki sesuai dengan petunjuk pengerjaannya. Kalau semua soal sudah terjawab, pastikan nama dan nomor ujian telah tertulis pada lembar jawaban dengan benar. Sebelum menyerahkan kepada pengawas, berdoalah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai tanda rasa syukur kepada-Nya. Dengan mengkondisikan peserta didik lebih awal untuk siap menghadapi UN, saya berkeyakinan peserta didik akan lebih percaya diri dan lebih siap melaksanakannya. Selamat mencoba semoga berhasil!

SDN Padurenan VI - Powered by Joomla